Lagi, Energi Alternatif dari Urine

Ditulis tanggal 4 Desember 2012 dalam kategori Teknologi

Beberapa hari kemarin Ilmu Pengetahuan.Org memposting artikel tentang Energi Alternatif dari Urine. Ternyata sebelumya di negara kita, Negara Indonesia juga ada. Seperti yang diberitakan di beritajatim.com, 2 orang siswa SMA 10 Malang juga berhasil menemukan energi alternatif dari urine. Pasokan sumber daya alam untuk bahan bakar yang tidak bisa diperbaharui dan semakin hari terus-menerus semakin berkurang, membuat manusia mencari cara untuk menciptakan sebuah inovasi baru bagaimana cara menggantikan bahan bakar tersebut.

Seperti yang dilakukan oleh 2 orang siswa SMA 10 Malang ini. Yang unik dari bahan bakar alternatif ini yaitu dari urine. Ya urine atau air kencing manusia yang dikombinasikan dengan tenaga surya. Energi yang dihasilkan dari bahan bakar urine ini pun ternyata bisa menggerakkan kendaraan.

Nurul Inayah dan Nando Novia, adalah 2 siswa kelas sebelas jurusan IPA, SMAN 10 Malang. Dari hasil penemuannya ini, siswa kebanggaan Indonesia pada umumnya ini meraih juara 1 dengan membawa medali emas di event IYIPO (International Young Inventors Project Olympiade) ke-6 di Georgia. Selama 3 bulan, mereka melakukan penelitian tersebut untuk merubah urine menjadi hidrogen dengan bantuan listrik tenaga matahari yang menjadi listrik yang akan menggerakkan kendaraan. Dengan energi alternatif dari urine ini, kendaraan tersebut dapat melaju sampai 60 km/jam. Untuk 1 liter urine, bisa dijadikan listrik untuk berjalan sejauh 17 km.

Photo Electro System adalah nama dari penemuan tersebut. Prinsip kerja energi alternatif ini yaitu, listrik bertenaga matahari ini ditampung di dalam baterai dan difungsikan untuk menggerakkan mesin 75%, 25% nantinya akan digunakan dalam proses elektrolisasi. Dengan menggunakan elektrolizer ini, elektrolit berwujud urine akan membentuk gas hidrogen dan nitrogen. Membutuhkan waktu sekitar 1.5 menit untuk 1 liter urine. Untuk kualitas urine yang digunakan hanya dari urine manusia sehat. Ini dikarenakan, urine yang mengandung gula atau unsur kimia menyebabkan terganggunya proses elektrolisasi.

siswa sman 10 malangSetelah proses elektrolisasi selesai, gas yang berwujud hidrogen akan dialirkan ke fuel cell yang akan menyebabkan terjadinya rekasi penggabungan antara oksigen dan hidrogen, sehingga akan mendapatkan listrik. Kemudian listrik yang dihasilkan tersebut akan dialirkan ke proton exchange membrane fuel cell untuk mengikat proton, sehingga hanya elektronnya saja yang disimpan di dalam baterai yang akan menjadi tenaga penggerak kendaraan tersebut. Uji coba yang dilakukan yaitu dengan mobil remote control.

Membutuhkan biaya sekitar 50 juta agar penemuan ini bisa direalisasikan di mobil sesungguhnya. Biaya tersebut lebih sedikit daripada mobil hybrid dengan harga sekitar 250 juta. Rencananya solar cell akan dipasang di atap mobil, untuk elektrolizer dan fuel cell akan ditanamkan di mesin mobil. Mobil dengan energi alternatif dari urine ini nantinya mempunyai daya 100 HP/5.000 rpm dengan torsi 125 nm/3.800 rpm.

Sekarang ini, pihak SMAN 10 Malang baru mengajukan hak paten atas penemuan 2 siswanya tersebut. Untuk kedepannya apabila sudah di uji, akan membangun sebuah SPBU yang digunakan sebagai tampungan urine. Sekarang ini juga 2 siswa tersebut masih terus berusaha meneliti dan mengembangkan hasil temuan tersebut untuk bisa menggantikan BBM. “Mereka membutuhkan dukungan dari pemerintah, agar bisa mengatasi masalah BBM yang semakin hari semakin rumit di negara Indonesia, dan mereka sudah terbukti bisa melakukan dengan membawa medali emas di olimpiade dunia.”