Pentingnya Arti Rantai Makanan Bagi Kehidupan

Ditulis tanggal 13 April 2015 dalam kategori Alam & Lingkungan dengan label , ,

Secara ringkas rantai makanan dapat diartikan sebagai perjalanan makan-memakan antar makhluk hidup di bumi. Tumbuhan dimakan hewan, dan hewan tersebut dimakan oleh hewan lain, dan hewan terbut juga akan dimakan oleh hewan yang lain lagi. Para ilmuwan menyebut perjalanan makan-memakan ini rantai makanan (food chain).

Rantai Makanan

Teori mengenai sebuah rantai makanan menjelaskan bagaimana makhluk hidup di muka bumi ini saling memakan satu sama lain. Siklus kehidupan bumi ini tersusun sedemikian rupa di mana tumbuhan dan hewan bergantung pada satu sama lain untuk hidup. Dimulai dengan tanaman dan berakhir dengan binatang atau manusia. Contoh simpel rantai makanan misalnya:

rumput —> dimakan oleh sapi —> sapi dimakan oleh manusia

Berikut ini adalah contoh lain rantai makanan dalam bentuk gambar:

rantai makanan
Rumput dimakan belalang, belalang dimakan katak, katak dimakan ular, dan ular dimakan elang.

Setiap bagian dari rantai makanan bisa dikelompok-kelompokkan. Para ahli ilmu pengetahuan membaginya dalam beberapa kelompok, yaitu:

  1. Produsen, yaitu tumbuhan. Disebut “produsen” karena mereka bisa menghasilkan energinya sendiri tanpa harus memakan makhluk hidup yang lain. Mereka bisa hidup karena mereka menyerap energi dari sumber yang tidak hidup. Tanaman yang mendapatkan energinya dari sinar matahari, air, dan zat-zat dari tanah melalui fotosintesis. Dialah yang berada di tempat paling awal dari rantai makanan. Dialah yang memproduksi energi awal bagi seluruh kehidupan di bumi.
  2. Konsumen, yaitu hewan dan manusia. Disebut “konsumen” karena mereka harus memakan makhluk hidup lain agar bisa bertahan hidup. Hewan pemakan produsen disebut konsumen primer atau herbivora. Hewan yang memakan hewan lain disebut konsumen sekunder atau karnivora. Jika karnivora tersebut memakan karnivora lain, maka disebut konsumen tersier. Ada juga hewan yang pemakan segala, yaitu memakan tumbuhan dan hewan lain. Pemakan segala ini disebut omnivora.
  3. Dekomposer, adalah makhluk hidup pengurai tanaman dan hewan yang sudah mati. Lewat kotoran atau sisa-sisa metabolismenya, mereka berperan untuk membuat zat-zat kembali ke tanah. Nantinya, zat-zat ini dibutuhkan tanaman untuk hidup. Contoh dekomposer antara lain cacing, bakteri, dan jamur.

Jika dilihat dari contoh awal di atas:

rumput —> dimakan oleh sapi —> sapi dimakan oleh manusia

Maka:

  1. rumput = produser
  2. sapi = konsumen primer
  3. manusia = konsumen sekunder

Contoh lain bagian-bagian dari rantai makanan bisa dilihat dalam gambar rantai makanan berikut:
(klik untuk melihat dalam ukuran besar).

bagian-bagian rantai makanan

Jaringan Makanan

Dalam sebuah tempat atau lokasi tertentu, bisa terjadi banyak rupa rantai makanan. perjalanan makan-memakan ini membentuk sebuah jaringan yang cukup kompleks, jalur-jalur rantai makanan ini biasanya disebut sebagai jaringan makanan.

jaringan makanan

Piramida Makanan

Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan untuk hidup setiap harinya. Sehingga jumlah tumbuhan (produsen) harus lebih banyak dari pada hewan pemakan tumbuhan (herbivora, konsumen primer) yang memakannya. Jumlah hewan pemakan tumbuhan pun  jumlahnya juga harus lebih banyak dari pada hewan lain (karnivora, omnivora, konsumen sekunder) yang memakan hewan tersebut. Karena, setiap hari harus ada hewan pemakan tumbuhan yang mati dimakan hewan lain, maka jumlah hewan pemakan tumbuhan juga harus lebih banyak dari hewan lain tersebut. Sebuah ekosistem disebut seimbang jika jenis makhluk pembentuk rantai makanannya semakin ke atas semakin sedikit jumlahnya. Jika digambarkan, maka akan membentuk bagan yang mirip dengan bentuk piramida, inilah yang disebut “piramida makanan”.

Ilustrasi di bawah menjelaskan bahwa jumlah rumput harus sangat banyak untuk memenuhi kebutuhan zebra, dan jumlah zebra harus lebih banyak dari pada singa untuk memenuhi kebutuhan makan singa tersebut.

piramida makanan

Setiap Bagian Rantai Makanan itu penting!

Bagian yang lebih tinggi dalam rantai makanan mengandalkan bagian yang lebih rendah. Meskipun manusia tidak memakan rumput, tetapi manusia membutuhkan sapi, dan sapi selalu membutuhkan rumput untuk makan. Sedemikian pula di alam bebas, banyak sekali perjalanan makan-memakan di sana. Sehingga, jika salah satu bagian hilang atau punah, maka bisa menyebabkan makhluk hidup yang memakannya akan punah juga.

Itulah sebabnya mengapa kita harus menjaga kelestarian alam.  Alam harus dijaga agar tidak ada jenis makhluk hidup yang punah. Sebab, punahnya sebuah jenis makhluk hidup akan menyebabkan punahnya pula makhluk hidup yang memakannya. Lambat laun, cepat atau lambat, kehidupan manusia dan keseimbangan bumi juga akan terkena dampaknya.

Jadi, jagalah ekosistem dunia agar tetap seimbang. 🙂 Lindungi hewan dan alam sekitar dari kepunahan agar piramida makanan selalu seimbang dan rantai makanan dapat terjaga!