Mitos dan Fenomena Gerhana Bulan

Ditulis tanggal 10 Oktober 2015 dalam kategori Astronomi dengan label

Sering kali kita menyaksikan gerhana bulan baik sebagian maupun total, di saat udara cerah dapat kita saksikan dengan jelas meskipun tanpa memakai teropong.

Proses Terjadinya Gerhana Bulan

Gerhana bulan terjadi jika sinar matahari yang menuju bulan terhalang oleh bumi, bisa dikatakan sebagai kebalikan dari gerhana matahari. Sinar matahari tertuju pada bumi dan di belakang bumi terdapat bayangan gelap total yang disebut dengan umbra dan bayangan redup yang disebut penumbra. Jika bulan berada di daerah umbra maka terjadi gerhana total. Ada 3 jenis gerhana bulan yaitu: Gerhana bulan total Yaitu gerhana yang terjadi jika seluruh permukaan bulan berada dalan umbra Gerhana bulan sebagian Gerhana terjadi jika sebagian bulan berada di dalam umbra dan sebigian yang lain berada di penumbra Gerhana bulan penumbra Gerhana yang terjadi jika seluruh bulan berada di dalam penumbra atau ada bagian dari bulan yang tidak terkena cahaya. Karena ukuran umbra bumi yang lebih besar dari bulan, pada saat terjadi gerhana, umbra bumi dapat menutupi bulan seluruhnya, sehingga gerhana bulan total dapat berlangsung lebih lama dari pada gerhana matahari total. Gerhana bulan total dapat berlangsung lebih dari 1 jam tergantung pada jarak bulan dengan pusat umbra. Dari total semua gerhana bulan, 35% adalah gerhana bulan penumbra (merupakan gerhana yang sulit dilihat meskipun menggunakan teropong), 30% adalah gerhana bulan total dan sisanya adalah gerhana bulan sebagian, keduanya dapat dengan mudah dilihat meskipun tanpa teropong. gerhana-bulan

Mitos Gerhana Bulan

Seringkali peristiwa ini dikaitkan dengan kepercayaan mitos gerhana bulan yang merupakan warisan turun temurun dari jaman dulu sampai sekarang Naga Murka  mitos gerhana bulan cina  Masyarakat cina mempercayai bahwa jika terjadi gerhana bulan, dewa sedang marah sehingga bulan ditelan semuanya. Warga membuat keributan dengan memukul-mukul benda agar bulan segera dikeluarkan kembali. Racun Para Dewa Di Jepang terdapat mitos, pada saat terjadi gerhana bulan sang dewa menyebarkan racunnya yang pekat sehingga malam menjadi gleap gulita tanpa sinar bulan. Para kaum lelaki akan segera berjaga di sekitar sumur dan menutupinya agar tidak terkena racun para dewa, mereka berjaga dengan membawa pedang samurai sampai gerhana bulan lewat mitos gerhana di jepangPelayan Dewa Saat Columbus berlayar di sekitar Jamaica kapalnya mengalami kerusakan yang sangat parah, dan jika diperbaiki sendiri bersama anak buahnya yang jumlahnya hanya sedikit, maka akan memakan waktu lama. Selain harus memperbaiki kapal, rombongan Columbus juga harus mencari bekal untuk perjalanan selanjutnya. Pada saat itu terjadi gerhana bulan,dengan menggunakan ilmu pengetahuannya Columbus menipu masyarakat bahwa sebentar lagi dewa akan marah dan bulan akan ditelan semuanya. Columbus mengatakan agar dewa tidak marah mereka harus segera membantunya untuk memperbaiki kapal dan menyediakan perbekalan untuk rombongan. Masyarakat tidak percaya dengan bualan Columbus, tetapi pada saat bulan benar-benar hilang akibat gerhana masyarakat menjadi ketakutan dan melaksanakan perintah Columbus. Berkat kecerdikannya selain mendapat bantuan untuk memperbaiki kapal, Columbus juga mendapatkan bekal yang cukup banyak untuk pelayaran selanjutnya Raksasa Bathara Kala bethara kalaMasyarakat Jawa sangat percaya pada saat gerhana bulan, bethara kala (sejenis raksasa) biasanya akan turun dan memakan balita. Sehingga saat terjadi gerhana bulan, kaum lelaki akan memukul kentongan seacra beramai-ramai dengan tujuan untuk mengusir bethara kala. Sedangkan para balita disembunyikan di kolong tempat tidur dengan dijaga oleh kaum wanita.

Fenomena Gerhana Bulan

Gerhana bulan yang paling fenomenal dan banyak menarik perhatian masyarakat dunia adalah gerhana bulan merah darah atau blood moon yang baru saja terjadi yaitu tanggal 4 April 2015. Warna merah darah yang terjadi pada gerhana bulan total adalah akibat cahaya matahari yang dibelokkan oleh atmosfer bumi, kemudian sampai ke bulan dan menyebabkan warna merah atau coklat. Banyak dari masyrakat dunia yang mengaitkan blood moon dengan mitos atau peristiwa-peristiwa besar yang akan terjadi setelahnya. Tetapi sebenarnya blood moon adalah peristiwa alam biasa seperti gerhana bulan pada umumnya.