Hidroponik, Solusi Menanam Tanpa Menghabiskan Lahan

Ditulis tanggal 22 Oktober 2015 dalam kategori Alam & Lingkungan dengan label ,

Banyaknya jumlah penduduk mengakibatkan semakin berkurangnya lahan untuk bercocok tanam. Lahan-lahan kosong digunakan untuk pemukiman penduduk. Dengan semakin berkurangnya lahan bercocok tanam timbul suatu metode untuk menanam buah,sayuran dan bunga tanpa memakai media tanah.

Pengertian Hidroponik

Hidroponik adalah suatu cara menanam menggunakan air sebagai medianya dengan menitik beratkan  pada pemenuhan asupan nutrisi bagi tumbuhan dengan tidak menggunakan tanah. Tanaman hidroponik mendapatkan nutrisi dari garam mineral yang telah dilarutkan dengan air.

Akar tanaman hidroponik tidak panjang karena tidak dipergunakan untuk mencari makanan, sehingga pertumbuhan akar lebih dikonsentrasikan untuk memperbesar bunga, sayuran, dan buah. Makanan yang dibutuhkan oleh tumbuhan disuplai dalam bentuk larutan cairan dialirkan melalui akar.

Pemilihan Tempat

sistem hidroponikPenanam hidroponik dapat dilakukan di taman, ruangan kaca, maupun di dalam rumah. Agar tanaman hidroponik dapat tumbuh dengan subur ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memilih lokasi, yaitu:

Cahaya
Untuk mendapatkan hasil maksimal diperlukan ruangan yang terkena sinar matahari secara langsung. Bagi ruangan yang kurang memiliki jendela atau ruangan berkaca, sinar matahari dapat digantikan dengan lampu.

Cuaca
Suhu udara yang dibutuhkan oleh tanaman adalah antara 18-25 derajat C, lebih baik lagi jika disediakan alat pendingin atau penghangat ruangan agar suhu udara kondusif.

Ukuran
Ukuran area lahan disesuaikan dengan jenis bibit yang ditanam, dengan kata lain jika menanam tumbuhan yang bentuknya kecil maka areanya juga harus kecil, agar dapat menghemat lahan. Disarankan untuk tidak menanam buah yang ukurannya besar karena akan menghabiskan area lahan

Media Tanam Hidroponik

Untuk bercocok tanam dengan hidroponik banyak media yang dapat dipilih, yaitu:

Arang sekam

arang sekamMedia ini merupakan salah satu media yang lebih umum dipakai, karena lebih mudah didapatkan dan harganya irit. Sekam mempunyai daya ikat yang bagus terhadap air. PH arang sekam cukup netral dan ramah terhadap lingkungan. Dalam pemakaian, arang sekam bisa dipakai mandiri atau dicampur dengan jenis-jenis media yang lain seperti cocopeat.

Cocopeat

cocopeatAdalah media yang terbuat dari serbuk sabut kelapa. Cocopeat bersifat organik maka cocopeat ini ramah lingkungan serta memiliki daya serap terhadap air yang sangat tinggi dan bagus untuk pertumbuhan akar. Dalam pemakaiannya biasanya digunakan bersama arang sekam dengan perbandingan 50:50. Tujuan dari pencampuran dua media ini dengan tujuan untuk meningkatkan tingkat aerasi media tanam. Tingkat aerasi ini berguna agar akar mampu bernafas dan menyerap oksigen dengan lebih baik

Rockwool

rockwoolMerupakan media tanam anorganik yang terbuat dari bahan seperti busa, mempunyai serabut halus dan ringan bobotnya. Media rockwool merupakan media yang paling banyak digunakan petani Indonesia. Bahannya seperti busa dan berasal dari batuan basalt yang dipanaskan kemudian meleleh dan menghasikan serat-serat halus. Hasil proses produksi batu basalt menghasilkan lempengan dengan ukuran besar, kemudian dipotong-potong disesuaiakan dengan keperluan.

Hydroton

hydrotonMerupakan media yang terbuat dari bahan dasar lempung yang dipanaskan dengan bentuk bulat berukuran 1 – 2.5cm. diantara bulatan tersebut terdapat pori-pori yang dapat menyerap air (nutrisi), mampu menyerap oksigen dan memiliki PH netral. Hydroton dapat dipakai berulang-ulang, dengan memcuci bagian yang kotor sebelum digunakan kembali

Perlite

perliteYaitu media yang terbuat dari batuan silika dan dipanaskan dengan suhu tinggi. Kebaikan perlite adalah memiliki aerasi tinggi. Perlite juga memiliki PH netral dan bobot yang sangat ringan. Kemampuan daya serap airnya juga sangat tinggi. Perlite bisa dipakai sebagai media hidroponik secara mandiri atau dicampur dengan media yang lain, seperti cocopeat atau vermiculite.

Vermiculite

vermiculiteYaitu media tanam yang hampir mirip dengan perlite, terbuaat dari batuan yang dipanaskan. Tetapi vermaculite memiliki daya serap air yang lebih tinggi dan memiliki bobot lebih berat dari perlite.

Pemilihan media tanam sebaiknya disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan ditanam.

Nutrisi Hidroponik

Semua keperluan elemen hidroponik dapat dipenuhi dari garam mineral baik secara alami maupun buatan. Bentuk awalnya berupa batuan atau biji mineral yang harus ditambang, kemudian hasil tambang dipurifikasi untuk menghilangkan zat beracun serta kontaminasi zat lain yang berbahaya bagi manusia maupun tanaman. Hasil purifikasi mempunyai bentuk seperti garam dapur. Nutrisi untuk hidroponik berupa campuran beberapa jenis garam mineral yang telah dilarutkan dalam air agar mudah diserap oleh akar tanaman.

Kelebihan dan Kekurangan Hidroponik

Menanam dengan teknik hidroponik tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan diantara adalah:

Kelebihan

  • Hasil panen lebih melimpah karena lingkungan dan pemberian nutrisi dapat dikendalikan oleh manusia.
  • Tanpa pestisida atau fungisida kimia.
  • Pemakaian air lebih sedikit, tanaman menjadi lebih gemuk dan subur karena tidak terdapat tanaman pengganggu atau hama tanah.
  • Sistem pengairan berputar 10 kali lebih irit dari sistem pengairan biasa.
  • Media tanam bermacam-macam dan dapat dengan mudah ditemui serta dibuat, ramah lingkungan dan dapat dikendalikan dengan cepat untuk kebutuhan masa pertumbuhan.

Kekurangan

Memerlukan biaya yang cukup tinggi dalam membangun suatu sistem yang cukup canggih, dengan menggunakan bahan-bahan yang berkualitas tinggi dan dapat bertahan lama.

kelebihan kekurangan hidroponik

Apakah Tanaman Hidroponik sama dengan Tanaman Organik?

Cara tanam dengan hidroponik banyak dibicarakan orang, karena bagaimana tanaman dapat memperoleh nutrisi jika tidak memakai berbagai jenis tanah. Keseimbangan ekosistem dan rantai makanan pun masih menjadi perdebatan. Terjadi perbincangan untuk menentukan mana yang terbaik antara tanaman hidropok atau tanaman organik.

Menurut Ahmad Sulaeman, Guru Besar Keamanan Pangan dan Gizi IPB, bahwa masyarakat dihimbau untuk berhati-hati dalam mengkonsumsi hasil sistem hidroponik, karena nutrisi tumbuhan diberi kalium, natrium, potasium dan sebaginya, jadi semuanya bahan kimia. Sehingga ditandaskan bahwa hidroponik bukanlah tanaman organik.

Tetapi menurut laman yang dilansir Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, saat ini mulai diupayakan pemakaian mineral-mineral organik untuk meracik nutrisi hidroponk. Jika supply nutrisi pertanian hidroponik dikelola dengan baik, maka tidak diperlukan lagi pestisida dan tidak lagi meninggalkan residu pestisida dalam pembuangan media airnya