Energi Terbarukan dari Tenaga Angin

Ditulis tanggal 6 Desember 2013 dalam kategori Listrik & Energi

Ilmuwan PBB dan lebih dari 160 negara sepakat bahwa pembakaran dari bahan bakar fosil seperti batubara, minyak dan gas menyebabkan iklim di dunia berubah secara dramatis (efek pemanasan global). Tahun lalu pemerintah Inggris memprediksi bahwa pemanasan global akan mengekspos banyak tentang jutaan orang lebih berisiko kelaparan, kekeringan, banjir dan penyakit seperti malaria.

Bersih, merupakan bentuk energi terbarukan dari tenaga angin. Sangat penting jika kita ingin mengatasi perubahan iklim. Dengan energi terbarukan dari tenaga angin, mungkin dapat mengakhiri ancaman tenaga nuklir yang sekarang ini sedang hangat diperbincangkan di berbagai penjuru dunia. Mereka tidak mengerti warisan limbah nuklir yang akan tetap menjadi ancaman bagi kesehatan dan lingkungan selama ratusan ribu tahun ke depan.

Sebenarnya, konsep daripada energi terbarukan sudah mulai dikenal sekitar tahun 1970, sebagai upaya untuk menahan pengembangan energi nuklir yang kian menjamur. Dilihat dari definisi kata “terbarukan”, sebenarnya energi nuklir bukanlah energi yang terbarukan. Karena definis terbarukan yang sebenarnya yaitu sumber energi yang dapat dengan cepat dipulihkan kembali secara alami dan prosesnya berkelanjutan.(Wikipedia)

Mengapa Energi Terbarukan dari Tenaga Angin?

Energi Terbarukan Tenaga AnginBerikut ini adalah 7 poin plus mengapa menggunakan tenaga angin:

  1. Bersih. Tenaga angin tidak menghasilkan limbah berbahaya dan tidak berkontribusi pada pemanasan global.
  2. Berlimpah dan dapat diandalkan. Misalnya Negara Inggris, adalah negara paling berangin di benua Eropa. Pada saat musim dingin, jumlah yang harus dikeluarkan untuk sumber daya energi jauh lebih besar. Tenaga angin, dalam kombinasi dengan berbagai teknologi energi terbarukan, seperti solar dapat memenuhi semua kebutuhan listrik di negara tersebut.
  3. Terjangkau. Turbin angin lepas pantai yang pertama di Inggris lebih murah dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga nuklir.
  4. Bekerja. Di negara Denmark, pasokan listrik di negara tersebut, 20% dari tenaga angin.
  5. Menciptakan lapangan pekerjaan.
  6. Aman. Turbin angin sangatlah aman, semisal terjadi kerusakan tidak akan menimbulkan apa-apa. Berbeda dengan tenaga nuklir, seperti di negara Jepang pada saat gempa. Keamanan lebih perlu diperhatikan.
  7. Populer. Energi terbarukan tenaga angin merupakan salah satu teknologi energi yang paling populer. Survei menunjukkan bahwa lebih dari 8 dari 10 orang mendukung energi ini.

Saat ini sekitar 50 negara sudah menggunakan tenaga angin, seperti Denmark, Inggris, Spanyol dan Jerman. Seharusnya negara-negara yang ada di dunia ini perlu berpikir dan memperbaiki untuk membuat industri tenaga angin jika target global yang sekarang ini hangat diperbincangkan tentang pemanasan global tidak hanya menjadi perbincangan kosong belaka.